Showing posts with label Microsoft. Show all posts
Showing posts with label Microsoft. Show all posts

Thursday, March 27, 2014

Microsoft mengubah citra 'Windows Azure' sebagai 'Microsoft Azure'

Microsoft akan mengubah citra platform cloud dari 'Windows Azure' menjadi 'Microsoft Azure' sebagai bagian dari dorongan perusahaan untuk menekankan layanan cross-platform kecakapan.

Wednesday, March 5, 2014

Jelang Dipensiunkan, Pengguna Windows XP Justru Terus Tumbuh

Liputan6.com, Jakarta Tepat pada tanggal 8 April 2014 mendatang, Microsoft akan menghentikan dukungannya terhadap sistem operasi lawas Windows XP. Dengan begitu, Microsoft belakangan semakin giat mengimbau para pengguna untuk segera beralih ke sistem operasi yang lebih modern, yaitu Windows 7, 8, atau 8.1.

Saturday, March 1, 2014

Soal "Cloud", Google dan Microsoft Saling Percaya

Penulis: Reska K. Nistanto | Sabtu, 1 Maret 2014
Ilustrasi cloud computing
















KOMPAS.com — Microsoft dan Google memiliki platform layanan komputasi awan (cloud computing) sendiri-sendiri. Baik Google maupun Microsoft, keduanya mengklaim bahwa layanan cloud saat ini sudah aman.

Pengguna layanan cloud Google dan Microsoft sudah bisa melupakan ketakutan-ketakutan saat ingin menggunakannya, seperti data yang diintip atau hilang dan tak bisa dikembalikan.
Hal tersebut disampaikan Google dan Microsoft di ajang tahunan RSA Conference di Moscone Center, California, Rabu (26/2/2014), seperti diberitakan oleh Cnet.
Lalu, jika sama-sama mengatakan sistem cloud mereka aman, apakah lantas keduanya mau saling menggunakan layanan cloud kompetitor?
Microsoft Chief Information Security Officer, Bret Arsenault, mengatakan bahwa jika suatu waktu Microsoft menggunakan layanan cloud milik Google, hal tersebut adalah semata-mata karena faktor bisnis.
Sementara pihak Google yang diwakili oleh Eran Feigenbaum, selaku Google Director of Security for Google Apps, menjawab dengan lebih diplomatis, "Saat ini kami juga menggunakan beberapa sistem cloud kompetitor, tetapi sebagian dari mereka juga menggunakan layanan kami."
Feigenbaum pun menegaskan bahwa inti dari permasalahan cloud computing selama ini adalah kepercayaan. Menurut Feigenbaum, kepercayaan tersebut bisa dibangun melalui komitmen akan keamanan dan privasi antara penyedia dan pengguna layanan cloud.
Sementara menurut konsultan keamanan independen, Bruce Schneier, untuk menghadirkan layanan cloud yang aman, menurutnya semua itu bergantung pada kemampuan perusahaan dalam membangun kepercayaan yang kuat.
"Layanan cloud itu ibaratnya menyimpan data dalam hard disk orang lain, apakah saya bisa percaya jika perusahaan lain menyimpan data milik saya?" terang Schneier seraya bertanya.
Sumber: CNET
Editor: Reza Wahyudi


Jika Harga Windows menjerumuskan, Salahkan Chromebooks

Sebuah versi gratis dari Windows, disubsidi oleh layanan? Kedengarannya seperti Chrome OS.


Tom Warren dari The Verge memiliki sesuatu yang menarik: Microsoft sedang bereksperimen dengan versi Windows 8.1, digabungkan dengan berbagai layanan Microsoft, yang disebut "Windows 8.1 dengan Bing" dan ditawarkan dengan harga rendah atau bahkan gratis :
Kami diberitahu bahwa Microsoft bertujuan untuk memposisikan Windows 8.1 dengan Bing sebagai upgrade murah atau gratis untuk pengguna Windows 7. Setiap penawaran upgrade akan difokuskan pada meningkatkan jumlah pemakai yang menggunakan Windows 8.1. 
Versi Bing bertenaga Windows 8.1 juga dapat ditawarkan kepada para pembuat PC sebagai bagian dari pemotongan lisensi untuk perangkat baru di bawah $ 250. 
Tidak jelas seberapa besar komitmen Microsoft untuk rencana ini, tetapi percobaan adalah bagian dari sejumlah inisiatif yang dirancang untuk mendorong dan menguangkan layanan dan aplikasi Cloud Microsoft. Microsoft berkeyakinan pada Bing sebagai platform yang dapat mendatangkan uang di masa depan. 
Microsoft juga mempertimbangkan harga murah atau versi bebas dari Windows Phone, dan perusahaan bekerja menuju penggabungan perangkat lunak telepon dengan Windows RT dan Windows ke versi tunggal yang dirancang untuk chipset berbasis ARM.

TIME