Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Thursday, March 27, 2014

Microsoft mengubah citra 'Windows Azure' sebagai 'Microsoft Azure'

Microsoft akan mengubah citra platform cloud dari 'Windows Azure' menjadi 'Microsoft Azure' sebagai bagian dari dorongan perusahaan untuk menekankan layanan cross-platform kecakapan.

Tuesday, March 4, 2014

Revolusi Aplikasi di Era Cloud




cloud-apps-660x495
Cloud computing tidak hanya mengubah cara kita menggunakan sumberdaya komputasi, tetapi juga merevolusi karakteristik dan desain aplikasi masa kini.
Di masa depan,  komputasi tidak lagi bergantung pada infrastruktur tradisional semata. Dengan berbagai kelebihan dan contoh implementasi yang sudah banyak dipaparkan, cloud computing akan menjadi infrastruktur komputasi andalan. Maka mau tak mau aplikasi pun akan bekerja di lingkungan komputasi awan. Oleh karenanya cloud tak pelak akan berdampak pada cara mendesain dan cara kerja aplikasi generasi baru. Di samping itu, karakter aplikasi-aplikasi generasi baru tersebut juga tak lepas dari pengaruh kebutuhan pengguna masa kini.

Saturday, March 1, 2014

Soal "Cloud", Google dan Microsoft Saling Percaya

Penulis: Reska K. Nistanto | Sabtu, 1 Maret 2014
Ilustrasi cloud computing
















KOMPAS.com — Microsoft dan Google memiliki platform layanan komputasi awan (cloud computing) sendiri-sendiri. Baik Google maupun Microsoft, keduanya mengklaim bahwa layanan cloud saat ini sudah aman.

Pengguna layanan cloud Google dan Microsoft sudah bisa melupakan ketakutan-ketakutan saat ingin menggunakannya, seperti data yang diintip atau hilang dan tak bisa dikembalikan.
Hal tersebut disampaikan Google dan Microsoft di ajang tahunan RSA Conference di Moscone Center, California, Rabu (26/2/2014), seperti diberitakan oleh Cnet.
Lalu, jika sama-sama mengatakan sistem cloud mereka aman, apakah lantas keduanya mau saling menggunakan layanan cloud kompetitor?
Microsoft Chief Information Security Officer, Bret Arsenault, mengatakan bahwa jika suatu waktu Microsoft menggunakan layanan cloud milik Google, hal tersebut adalah semata-mata karena faktor bisnis.
Sementara pihak Google yang diwakili oleh Eran Feigenbaum, selaku Google Director of Security for Google Apps, menjawab dengan lebih diplomatis, "Saat ini kami juga menggunakan beberapa sistem cloud kompetitor, tetapi sebagian dari mereka juga menggunakan layanan kami."
Feigenbaum pun menegaskan bahwa inti dari permasalahan cloud computing selama ini adalah kepercayaan. Menurut Feigenbaum, kepercayaan tersebut bisa dibangun melalui komitmen akan keamanan dan privasi antara penyedia dan pengguna layanan cloud.
Sementara menurut konsultan keamanan independen, Bruce Schneier, untuk menghadirkan layanan cloud yang aman, menurutnya semua itu bergantung pada kemampuan perusahaan dalam membangun kepercayaan yang kuat.
"Layanan cloud itu ibaratnya menyimpan data dalam hard disk orang lain, apakah saya bisa percaya jika perusahaan lain menyimpan data milik saya?" terang Schneier seraya bertanya.
Sumber: CNET
Editor: Reza Wahyudi


Monday, February 24, 2014

Gmail Ternyata Sanggup Kirim File hingga 10 GB


Intisari-Online.com - Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada ketika kita melampirkan file ke email lantas ada pemberitahuan: File yang Anda unggah melebihi kapasitas yang disediakan Gmail, 25 MB.

Padahal, jika kita jeli, Gmail sejatinya memungkinkan kita untuk mengirim file hingga 10 GB yaitu menggunakan Google Drive, layanan penyimpanan file secara online.
Sebagai gambaran, dengan 10 GB memungkinkan kita bisa mengirim hingga 600 lembar dokumen atau file audio dengan durasi 10 menit. Berikut cara untuk melakukannya:

1.Tulis pesan seperti biasa. Tapi, jangan melampirkan data melalui simbol penjebit kertas (attachment), pilihlah Google Drive.

google drive 1

2. Jika kita memiliki akun Gmail, otomatis kita memiliki Google Drive. Untuk mengirim, kita bisa mengambil data yang sudah ada di drive, atau bisa mengambil langsung dari komputer.

google drive 2


3. Ketika kita menekan tombol “send”, Google akan meminta kita untuk membagi file dengan penerima. Jangan khawatir, meskipun orang yang kita kirim pesan tidak menggunakan Gmail, mereka akan tetap mereka akan tetap menerima lampiran yang kita kirim.
google drive 3
Jadi tidak ada yang tidak mungkin di zaman internet seperti ini. Pertanyaannya kemudian, berapa besar kecepatan internet kita saat ini? (Business Insider)

- Moh. Habib Asyhad
intisari-online.com

Friday, February 21, 2014

Jejaring Sosial Ini Diklaim Anti Sadap

Aksi spionase yang dilakukan badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), meresahkan banyak pihak, termasuk pengguna jejaring sosial. Sebab diduga bahwa NSA juga menyasar data privasi para pengguna jejaring sosial populer seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Google+.

Namun Anda tak perlu khawatir, pasalnya saat ini telah hadir sebuah jejaring sosial bernama 'Vivaldi' yang diklaim sebagai jejaring sosial teraman di dunia.

Dilansir laman Reuters, Vivaldi adalah platform jejaring sosial asal Islandia yang memiliki fungsi dan fitur dasar sebuah jejaring sosial seperti berbagi foto, email, pesan instan, blog, dan diskusi. Namun jejaring sosial ini diklaim memiliki fitur keamanan yang jauh lebih baik dibandingkan jejaring sosial lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pada Vivaldi pengguna dijamin tidak akan menemukan banyak iklan digital yang umumnya dimanfaatkan oleh badan intelijen untuk menyusup ke dalam sistem keamanan.

Selain itu, untuk menjamin Privasi dan kebebasan berbicara pengguna, Vivaldi juga dipersenjatai sistem pengamanan terenkripsi sehingga data mereka tidak bisa digunakan pihak lain.

"Saya tak menjamin mampu mengecoh NSA, jadi saya tak akan berjanji. Namun kami tak ragu memastikan bahwa ini merupakan alternatif terbaik dibandingkan layanan serupa lainnya. Ini alasan kami melakukannya lewat Islandia," ungkap Von Tetzchner, pendiri Vivaldi yang juga pencipta browser Opera.

Bagi Anda yang ingin mencoba layanan jejaring sosial anti penyadan ini, langsung saja kunjungi laman Vivaldi.net.

(Adhi Maulana)